Powered By Blogger

Selasa, 17 Januari 2012

Bagian multitester/multimeter dan cara menggunakannya

Bagi yang senang dengan dunia elektronika pasti sudah mengetahui apa itu multitester/multimeter. Walaupun sudah ketinggalan jaman, kali ini sobatpc.com akan mencoba mengangkat kembali materi Bagian multitester/multimeter dan cara menggunakannya.  Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (ampere-meter). Kalo dilihat dari jenisnya, ada 2 jenis Multimeter yaitu Multimeter Analog dan Multimeter Digital.
Di bawah ini adalah penampakannya :
(Gambar Multitester analog)
(Gambar Multitester digital)
(Gambar Bagian-bagian Multitester)
Cara Penggunaan Multimeter
Mari kita mulai dari skala DC Volt :
200 mV artinya adalah kita akan mengukur tegangan sebesar 0,2 Volt
2 V artinya adalah kita akan mengukur tegangan sebesar 2 Volt
20 V artinya adalah kita akan mengukur tegangan sebesar 20 Volt
200 V artinya adalah kita akan mengukur tegangan sebesar 200 Volt
750 V artinya adalah kita akan mengukur tegangan sebesar 750 Volt
Gunakan skala yg tepat untuk pengukuran, misal baterai 3,6 Volt gunakan skala pada 20 V. Maka hasilnya akan akurat misal terbaca 3,76 Volt.
Jika menggunakan skala 2Volt akan muncul angka 1 (pertanda overload/melebihi skala)
Jika menggunakan skala 200 V akan terbaca hasilnya namun tidak akurat misal terbaca : 3,6 V atau 3,7 V saja (1 digit dibelakang koma)
Jika menggunakan 750 V bisa saja terbaca namun hasilnya akan terbaca 3 atau 4 volt (Dibulatkan langsung tanpa koma)
Jika kabel terbalik maka hasilnya akan tetap muncul, namun tanda negatif di depan hasilnya. Beda dengan Multimeter Analog. Jika kabel terbalik jarum akan mentok ke kiri.
NB : Jika multimeter ada tombol DH= Data Hold. Jika ditekan maka hasilnya akan freeze dan bisa dicatat hasilnya.
Menggunakan Multimeter sebagai Voltmeter :
  1. Perhatikan object yang akan diukur. (Resistor, hambatan jalur, dll)
  2. Perhatikan skala pengukuran pada Ohmmeter
  3. 200 artinya akan mengukur hambatan yang nilainya max 200 Ohm
  4. 2K artinya akan mengukur hambatan yang nilainya max 2000 Ohm
  5. 20K artinya akan mengukur hambatan yang nilainya max 20.000 Ohm
  6. 200K artinya akan mengukur hambatan yang nilainya max 200.000 Ohm
  7. 2M artinya akan mengukur hambatan yang nilainya max 2.000.000 Ohm ( 2 Mega Ohm)
Bila tidak tahu besaran nilai yang mau diukur, dianjurkan pilih skala tengah misalkan skala 20K. Lalu lakukanlah pengukuran.
Jika hasilnya 1 (overload) maka naikkan skala
Jika hasilnya digit dibelakang koma kurang akurat, maka turunkan skala.
Contoh pembacaan hasil :
Pada skala 2K hasilnya adalah 1,76 itu artinya hambatan yang terukur adalah 1,76K Ohm
Pada skala 2K hasilnya adalah 0,378 itu artinya hambatan yang terukur adalah 0,378K Ohm atau sama dengan 378 Ohm (1Kilo Ohm= 1000 Ohm)
Pada skala 20K hasilnya adalah 1, artinya object yg mau diukur melebihi skala 20K, maka naikkan skala menjadi 200K, hasilnya menjadi 38,78 itu artinya hambatan yang terukur adalah sebesar 38,78 KOhm
Pada pengukuran tegangan PLN, maka skala dipindahkan ke bagian AC Volt (~) lalu skala ke 750 Volt maka hasil yang akan muncul misalnya adalah 216 artinya tegangan PLN tersebut adalah sebesar 216 Volt.
Jika memakai skala 200 maka hasilnya akan sebesar 1 di layar itu adalah pertanda overload alias melebihi skala 200 Volt tersebut.
Menggunakan Multimeter sebagai pengukur kapasitas Kondensator :
Kondensator (capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad, ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Kondensator kini juga dikenal sebagai “kapasitor”, namun kata “kondensator” masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Italia “condensatore”), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia “condensatore”, seperti bahasa Perancis “condensateur”, Indonesia dan Jerman “kondensator”, Spanyol menggunakan kata “condensador”.
Kondensator diidentikkan mempunyai 2 kaki dan 2 kutub yaitu kutub positif dan kutub negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Lambang Kondensator (mempunyai kutub positif dan negatif) pada skema elektronika.
Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilainya kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau kutub negatif pada kakinya, kebanyakan bebentuk bulat pipih berwarna coklat , merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut dengan nama kapasitor (capasitor).
Lambang kapasitor tidak mempunyai kutub pada skema elektronika namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor ataupun pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).
Satuan dalam kondensator disebut Farad. 1 Farad = 9 x 1011 cm² yang artinya luas permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad sama dengan 106 mikroFarad (µF), jadi
1 µF = 9 x 105 cm².
Satuan-satuan cm² jarang sekali dipergunakan karena kurang praktis, satuan yang banyak digunakan adalah :
1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
1 pf = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)
Langkah Pengukuran :
Pilih Skala bagian F dan pilih skala yang sesuai maka nilai yang tampil adalah nilai kapasitas kondensator tersebut dengan satuan Farad atau Mikro Farad (10 pangkat -6)
atau Nano Farad (10 pangkat -9) atau Piko Farad (10 pangkat -12).
Menggunakan Multimeter Digital sebagai pengukur jalur (Kontinuitas) :
  1. Pilih Skala Buzzer, yg ada icon Sound atau LED nya. Jika kabel tester merah dan hitam ditempelkan langsung, maka multimeter akan berbunyi pertanda jalur ok tanpa hambatan (<50 Ohm).
  2. Pilih object pengukuran. Misal akan mengukur jalur POWER ON dari IC UEM kaki P7 ke switch On off maka tempel salah satu kabel (bebas yang mana saja) ke kaki Switch On Off, satu lagi ke kaki IC UEM P7 atau capasitor terdekatnya. Jika berbunyi maka pertanda jalur bagus dan terhubung. Jika tidak berbunyi maka bisa dipastikan jalur sudah putus dan harus dijumper.
Menggunakan Multimeter Digital sebagai pengukur arus rangkaian :
Pindahkan kabel merah ke 20A dan kabel hitam di ground. Dipilih lobang 20 A karena kita akan mengukur arus sebesar >0,2 Ampere.
Sekian share dari saya tentang Multimeter/multitester ini semoga bermanfaat

Kegunaan magnet dalam kehidupan sehari hari


Magnet atau kemagnetan adalah kemampuan suatu benda untuk menarik benda-benda lain yang berada di sekitarnya. Berdasarkan kemagnetannya, benda dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
  1. Benda magnetik (disebut juga Feromagnetik)
    Benda magnetik yaitu benda yang dapat ditarik oleh magnet dengan cukup kuat.
    Contoh: besi, baja, nikel, kobalt.
  2. Benda bukan Magnetik (non magnetik) Terbagi menjadi:
    • Paramagnet:
      Paramagnetik yaitu benda yang dapat sedikit ditarik oleh magnet kuat.
      Contoh: alumunium, platina, tembaga.
    • Diamagnetik:
      Diamagnetik yaitu benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet kuat.
      Contoh: merkuri, emas, bismut, seng.
    • Magnet keras : adalah benda yang sukar dijadikan magnet, tetapi setelah menjadi magnet, sifat kemagnetannya tersimpan lama.
      Contoh: baja, alkomak, kobalt.
    • Magnet lunak adalah benda yang mudah dijadikan magnet tetapi tidak menyimpan lama sifat kemagnetannya.
      Contoh: besi.
MEDAN MAGNET
Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet di mana magnet lain masih dapat dipengaruhi oleh gaya magnet jika berada pada daerah itu.
Garis gaya magnet adalah pola garis yang terbentuk di sekitar medan magnet.
Sifat garis gaya magnet adalah:
  1. Garis gaya magnet keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan,
  2. Garis gaya magnet tidak pernah berpotongan,
  3. Tempat yang mempunyai garis gaya magnet yang rapat, menunjukkan medan magnet yang kuat.
GAYA ANTAR KUTUB MAGNET
Magnet mempunyai 2 kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan.
KUTUB MAGNET
Magnet memiliki dua kutub yaitu:
  1. Kutub utara (U) : selalu menunjuk ke arah utara bumi.
  2. Kutub Selatan (S): selalu menunjuk ke arah selatan bumi.
Kutub-kutub sejenis tolak menolak Kutub-kutub tidak sejenis —> tarik-menarik
TEORI KEMAGNETAN
  1. Sebuah magnet selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer,
  2. Pada benda magnetik, magnet elementer tersusun secara teratur, tetapi pada benda nonmagnetik, magnet elementernya tersusun secara acak,
  3. Prinsip membuat magnet adalah menjadikan magnet elementer yang semula acak (tidak teratur) menjadi teratur dan searah,
  4. Magnet elementer pada magnet lunak mudah diatur sehingga mudah dijadikan magnet,
  5. Magnet elementer pada magnet keras sukar diatur sehingga sukar dijadikan magnet,
  6. Pada benda yang sudah menjadi magnet, jika benda tersebut dipotong, maka masing-masing potongan tetap mempunyai kutub utara dan kutub selatan.
CARA MEMBUAT MAGNET
Ada 3 cara untuk membuat magnet:
  1. Dengan cara menggosok,
  2. Dengan cara induksi (didekatkan tanpa menyentuh),
  3. Dengan menggunakan arus listrik.
Untuk menghilangkan sifat kemagnetannya dapat dilakukan dengan cara:
  1. Dipanaskan (pemanasan),
  2. Dipukul (pemukulan).
Dalam kehidupan sehari-hari gaya magnet digunakan untuk berbagai keperluan seperti mengambil benda-benda dari logam, penunjuk arah, mengubah energi listrik menjadi energi bunyi, menghasilkan listrik, menggantikan roda pada kereta api maglev, dan merapatkan dua benda.
  1. Mengambil Benda-Benda dari Logam
    Masih ingatkah kamu benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet? Benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet adalah bahan yang terbuat dari logam seperti besi, baja, dan nikel. Dengan adanya sifat itu, magnet digunakan pada beberapa peralatan untuk mempermudah mengambil benda dari logam. Peralatan tersebut antara lain gunting, obeng, tang, dan alai pengangkut besi tua.
    Tahukah kamu bahwa beberapa gunting, obeng, dan tang memiliki magnet pada bagian ujungnya? Ujung-ujung gunting dibuat bermagnet agar mudah mengambil dan mencari jarum. Ujung obeng dibuat bermagnet agar sekrup yang akan dipasangkan menempel pada ujung obeng sehingga mudah memasangnya.
    Alat pengangkut besi tua menggunakan elektromagnet yang dialiri arus listrik kuat untuk mengangkut besi tua. Besi tua akan menempel pada alas pengangkut selama arus listrik terns mengalir. Bila arus listrik dimatikan, besi tua akan berjatuhan.
    Alat tersebut juga berfungsi memisahkan besi dan baja tua dengan benda-benda lain yang bukan logam. Besi dan baja tua yang telah ‘an akan dilebur untuk dibentuk menjadi besi clan baja yang bars.
  2. Penunjuk Arah
    Magnet dapat digunakan untuk menunjukkan arah karena kutub-kutub magnet selalu menunjukkan arah utara dan selatan. Alat yang memanfaatkan sifat magnet tersebut adalah kompas. Kompas adalah alat penunjuk arah mata angin. Di dalam kompas terdapat magnet berbentuk jarum yang selalu menunjukkan arah utara dan selatan. Sehingga dapat digunakan untuk menunjukkan arah mata angin. Kompas digunakan oleh pelaut, pendaki gunung, dan pilot untuk membantu menunjukkan jalan.
  3. Membantu dalam Perubahan Energi
    Coba kamu perhatikan beberapa peralatan listrik seperti televisi dan radio. Apakah kamu bisa melihat magnet pada peralatan tersebut? Meskipun tidak terlihat, beberapa peralatan tersebut menggunakan magnet pada bagian pengeras suara (speaker). Fungsi magnet pada speaker adalah mengubah energi listrik menjadi energi bunyi.
  4. Menghasilkan Listrik
    Magnet dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar dan kecil. Salah satu alat yang menggunakan magnet untuk menghasilkan listrik adalah dinamo sepeda.
    Pada dinamo sepeda, magnet menghasilkan energi listrik dalam jumlah kecil yang digunakan untuk menyalakan lampu sepeda.
  5. Merapatkan Dua Benda
    Coba perhatikan pintu lemari es. Mengapa pintu lemari es dapat menutup dengan kuat dan rapat? Hal tersebut dikarenakan di sekeliling sisi pintu lemari es terdapat magnet. Sebuah magnet yang panjang diletakkan di dalam karet sepanjang pintu lemari es. Lemari es terbuat dari baja, jadi magnet akan membuat pintu lemari es menutup dengan rapat ketika kamu menutupnya. Pintu lemari es yang tertutup rapat dapat menjaga suhu di dalam tetap dingin sehingga makanan dan minuman di dalamnya tetap segar.
    Beberapa benda lain yang menggunakan magnet adalah kotak pensil dan tas. Magnet dapat menjaga kotak pensil dan tas menutup dengan rapat sehingga berbagai benda di dalamnya tidak mudah jatuh.
    Beberapa pintu menggunakan magnet agar pintu tidak mudah menutup jika tertiup angin. Magnet tersebut diletakkan di balik pintu dengan besi atau baja menempel pada belakang pintu.
  6. Menggantikan Roda pada Kereta Api Maglev
    Kereta api jenis maglev adalah kereta api modern yang bergerak tidak menggunakan roda tetapi menggunakan magnet. Kereta api maglev bergerak melayang di atas rel yang terbuat dari magnet. Oleh karena itu kereta api ini disebut maglev, singkatan dari magnetic levitation yang artinya mengapung di atas magnet.